Perasaan lelaki seluler
Aku tak percaya cinta berawal dari ketidaksengajaan. Aku tak percaya pandangan pertama bisa membuat kita melayang di kejauhan.Karena, yang kini kurasakan adalah sebuah perasaan rumit yang tumbuh dengan keseringan pertemuan juga komunikasi serbaseluler yang tanpa perlu perjumpaan.
Aku menyadarinya kala itu; hujan yang mengguyur tanah, senyumnya yang selalu bersarang di kepala dengan ramah, jua debaran alami yang terasa dan mengalahkan segala amarah. Aku suka manusia itu. Aku suka wanita itu.
Namun, hanya aku yang menapaki mula. Kakinya enggan melangkah bersama, hingga hanya akulah yang terasa lelah. Ketika kubawakan seribu pertanyaan, lidahnya kelu menelan jawaban. Tak pernah sekalipunnn menjelaskan, tetapi yang kubutuhkan adalah keputusan
Aku butuh telaga hatinya sebagai penawar lelah
Aku butuh embun matanya dalam setiap aliran darah
aku butuh hangat napasnya untuk meredakan segala gundah
dan
demi apapun aku butuh segala yang ada padanya,
sebagai cinta berkasih meskipun tak ada lagi arwah
lalu aku harus apa?
kebutuhanku tak juga ia prioritaskan, apalagi keadaanku yang tak juga ia inginkan. 'Punguk merindukan Bulan'? ah, aku sudah khatam apa itu maksudnya.
Jika jatuh cinta adalah patah hati yang disengaja, maka dengan demikian, aku sudah jatuh sekaligus patah. berkali-kali.
Ratusan duka terekam dalam mata, namun berkali-kali pula, binar matanya selalu menimbulkan harapan-harapan baru yang terasa sampai dalam jiwa. Apa maksudnya? Tuhan, tolong jelaskan, dia manusia sejenis apa? Enggan aku memasuki hatinya, namun sikapnya seakan membukakan pintu hatinya.
Bualan perasaan? Atau ia memang tak memiliki kepekaan? kucoba tanamankan pikiran positif bahwa hanya akulah yang terlalu meninggikan harapan dan semata-mata hanya bualan perasaan. Sepenuhnya, ia tak salah. tak salah.
Perasaan memang begitu, tak pernah sederhana dan selalu membahana. lelaki sederhana sepertiku tak mungkin membuatnya terlena. Jadi, sudah kuputuskan,
selamat! Aku menjauhimu dan berjalan mengintari gelapnya gerhana.
**************************
hoaah akhirnya bisa nge-blog lagiii, alhamdulilah ya allahh..
entah kenapa pengen nulis ini dengan pemeran utamanya seorang lelaki. Mungkin karena banyak temen-temen gue yang merasa seperti ini oleh perempuan-perempuan yang mereka suka
Aku menyadarinya kala itu; hujan yang mengguyur tanah, senyumnya yang selalu bersarang di kepala dengan ramah, jua debaran alami yang terasa dan mengalahkan segala amarah. Aku suka manusia itu. Aku suka wanita itu.
Namun, hanya aku yang menapaki mula. Kakinya enggan melangkah bersama, hingga hanya akulah yang terasa lelah. Ketika kubawakan seribu pertanyaan, lidahnya kelu menelan jawaban. Tak pernah sekalipunnn menjelaskan, tetapi yang kubutuhkan adalah keputusan
Aku butuh telaga hatinya sebagai penawar lelah
Aku butuh embun matanya dalam setiap aliran darah
aku butuh hangat napasnya untuk meredakan segala gundah
dan
demi apapun aku butuh segala yang ada padanya,
sebagai cinta berkasih meskipun tak ada lagi arwah
lalu aku harus apa?
kebutuhanku tak juga ia prioritaskan, apalagi keadaanku yang tak juga ia inginkan. 'Punguk merindukan Bulan'? ah, aku sudah khatam apa itu maksudnya.
Jika jatuh cinta adalah patah hati yang disengaja, maka dengan demikian, aku sudah jatuh sekaligus patah. berkali-kali.
Ratusan duka terekam dalam mata, namun berkali-kali pula, binar matanya selalu menimbulkan harapan-harapan baru yang terasa sampai dalam jiwa. Apa maksudnya? Tuhan, tolong jelaskan, dia manusia sejenis apa? Enggan aku memasuki hatinya, namun sikapnya seakan membukakan pintu hatinya.
Bualan perasaan? Atau ia memang tak memiliki kepekaan? kucoba tanamankan pikiran positif bahwa hanya akulah yang terlalu meninggikan harapan dan semata-mata hanya bualan perasaan. Sepenuhnya, ia tak salah. tak salah.
Perasaan memang begitu, tak pernah sederhana dan selalu membahana. lelaki sederhana sepertiku tak mungkin membuatnya terlena. Jadi, sudah kuputuskan,
selamat! Aku menjauhimu dan berjalan mengintari gelapnya gerhana.
**************************
hoaah akhirnya bisa nge-blog lagiii, alhamdulilah ya allahh..
entah kenapa pengen nulis ini dengan pemeran utamanya seorang lelaki. Mungkin karena banyak temen-temen gue yang merasa seperti ini oleh perempuan-perempuan yang mereka suka
Komentar
Posting Komentar